Postingan

#CERPENSAYA Part 2: "Guru Terhebat Nia".

Gambar
Guru Terhebat Nia Hari berjalan seperti biasa. Nia yang bangun tidur, mandi, lalu berangkat ke sekolah tanpa sarapan dengan sepedanya. Tidak peduli ini sudah pukul berapa, Nia masuk melewati gerbang tanpa ragu. Usai memarkir sepeda sembarangan, ia melangkah masuk melalui lobi depan. Persetan dengan wajah-wajah yang Nia lewati begitu saja tanpa sapaan. Melihat tampilan Nia dengan begitu teliti sampai-sampai mata mereka seolah keluar. Kalau Nia sedang ingin, Nia akan menatap mereka sama tajamnya. Biasanya, mereka yang kalah. Meninggalkannya terlebih dahulu takut akan terlibat pertengkaran dengannya. Seperti agenda rutin di sekolahnya, Nia diberhentikan di lapangan. Menjadikannya harus berdiri di bawah terik matahari yang mulai meninggi. Pak Hasan membenahi kacamata. Nia mulai bosan, ia lebih memperhatikan kuku-kuku berwarnanya daripada satpam umur 50-an yang mulai berdecak panjang. “Eh, eh, eh… Jam berapa ini, Nia?” “Jam delapan, Pak. Bapak punya jam.” Nia melirik...

#CERPENSAYA Part 1: "Kunang-Kunang Dalam Stoples".

Gambar
Kunang-Kunang Dalam Stop l es Langkahku lunglai, ketukan sepatu lusuhku terdengar begitu nyaring di koridor sekolah. Pagi ini, aku harus pergi ke perpustakaan dan menghabiskan waktu hingga bel masuk berbunyi. Itulah salah satu aktivitasku selama bersekolah di sini . Dan masih banyak lagi aktivitas yang menjadi rutinitas sehari-hariku. Kubuka pintu perpustakaan yang terbuat dari kaca itu, hawa dingin langsung menerpa kuli t dan membuatku merinding seketika . Dan, ini yang aku suka, wangi perpustakaan. Sewangi apapun aroma masakan, tetap aroma buku-buku ini yang terbaik bagiku. Setelah mengucap salam pada penjag a , aku melangkah masuk menuju sebuah rak yang menghadap ke Timur, di atas rak terdapat tanda bertuliskan 'Buku Pelajaran' berwarna biru. Kuambil salah satu buku, lalu mulai membacanya setelah aku memilih salah satu tempat duduk di dekat situ.  Aku memang tengah duduk di kelas delapan semester awal, namun buku-buku kakak kelas seolah memanggilku untuk...